Senin, 15 Maret 2021

TRIK MENULIS KARYA ILMIAH TERHINDAR PLAGIASI


(Selasa, 9 Maret) Sharing. Secara tidak sadar tulisan yang terpublish kena plagiasi padahal dibuat sendiri. Seiiring dengan canggihnya laman searching Artikel dan banyaknya lembaga pengindeks ternama, dari web dalam negeri maupun luar negeri. Tentunya sebelum artikel terpublish lakukan trik atau cara supaya tulisannya terhindar  dari plagiasi. Berikut 3 trik agar terhindar dari Plagiasi:
1. Tema yang dipilih pastikan tidak pernah ditulis oleh seseorang. Pastikan di Search web populer seperti: neliti.com, perpustakaan nasional, zenodo, emerald, dll;
2. Teknis pengutipan yang benar, sesuai dengan style kutipan; 
3. Buat literatur review atau penelitian terdalulu yang relevan.
Selengkapnya kunjungi video berikut: https://youtu.be/XPCyEchsXSc (fid)

Minggu, 14 Maret 2021

Sekolah Jurnal Sesi 5: Teknik Penugasan dan Penolakan Manusckript


 


Sekolahiqtishoduna.comLumajang- Editorial Team jurnal iqtishoduna gelar pelatihan pengelolaan jurnal Sinta 2 pada Senin (15/03/2021).

Pada pelatihan ini diisi dengan dengan mempraktekan langsung yang dibimbing langsung oleh manager editorial jurnal iqtishoduna bapak Nurhafid Ishari.

Muhammad Baharuddin Rois menuturkan pelatihan saat ini langsung praktek mengelola artikel yang sebelumnya sudah di setorkan oleh penulis kepada team jurnal.

"Prakteknya tadi lansung memproses tulisan yang ada di jurnal mulai dengan mengecek plagiasi, kesesuaian tulisan dengan aturan yang ada di jurnal iqtishoduna ini, sampai menolaknya jika tidak sesuai," tutur salah satu peserta yang mengikuti pelatihan.

Mengenal SINTA, Aplikasi Publikasi Jurnal Ilmiah Kemenristek


Sekolahiqtishoduna.com, Lumajang - Aplikasi SINTA milik Kemenristek menjadi alat pengindeks internasional sebagai arsip jurnal, buku, artikel, dan karya ilmiah lainnya.   

Kementerian Riset dan Teknologi atau biasa disingkat Kemenristek menciptakan sebuah aplikasi bernama SINTA. Mengutip dari web resmi pemerintah Indonesia SINTA (Science and Technology Index) berisi soal pengukuran kinerja Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) antara lain kinerja peneliti, jurnal, institusi IPTEK, dan penulis jurnal.

Selain mengukur kinerja IPTEK, SINTA juga menjadi alat pengindeks internasional sebagai arsip jurnal, buku, artikel, dan karya ilmiah lainnya. Berdasarkan juga pada Indonesia.go.id SINTA tak sama dengan portal pengindeks seperti Google Scholar, Portal Garuda, Indonesian Publication Index (IPI), dan Indonesia Science and Technology Index (Inasti).

SINTA memiliki fitur yang lebih lengkap seperti Citation (indeks dalam setahun untuk Google Scholar dan Scopus), Networking (mengetahui siapa saja yang pernah bekerja sama), dan Research Output (jurnal, artikel, buku yang telah dipublikasikan), dan Score (melihat indeks di Scopus, Google Scholar, dan Inasti).


SINTA sendiri baru diluncurkan pada 30 Desember 2017 oleh Kemenristek. SINTA berfungsi sebagai wadah hasil penelitian untuk dipublikasikan secara online. Dengan kehadiran SINTA ini dapat diharapkan para peneliti maupun dosen dapat berkontribusi dalam menambah jurnal atau karya ilmiah yang dibuat.

Jika ingin menggunakan SINTA cukup dengan membuat akun berisi data diri dan melampirkan karya yang telah dipublikasikan.

Berikut adalah syarat dan ketentuan pembuatan SINTA berdasarkan web resmi pemerintah:

1. Membuka halaman sinta2.ristekdikti.go.id;

2. Langkah selanjutnya, klik pada menu Registration;

3. Anda akan diminta mengisi data-data seperti status (lecturer atau dosen), NIDN (Nomor Induk Dosen Nasional, nama lengkap, universitas tempat Anda bekerja, jabatan saat ini, nomor KTP, alamat email, password, dan Google Scholar URL;

4. Disarankan menggunakan alamat email resmi yang terdaftar di universitas;

5. Sertakan URL Google Scholar dari jurnal atau karya ilmiah yang telah Anda publikasi;

6. Masukkan juga link Scopus jika Anda telah mengunggah karya ilmiah atau jurnal bereputasi;

7. Kemudian klik Register;

8. Buka alamat email yang Anda daftarkan tadi. SINTA akan mengirimi Anda pesan yang berisi tautan;

9. Aktivasi akun Anda dengan mengeklik tautan yang diberikan pada email tersebut;

10 Selanjutnya, Anda bisa log in untuk masuk ke akun Anda;

11. Setelah akun SINTA Anda aktif, seluruh aktivitas akademik Anda bisa terintegrasi dalam satu database dari Kemenristek.

Kamis, 18 Februari 2021



Perbedaan Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif

Perbedaan penelitian kualitatif dan kuantitatif dapat dilihat dari beberapa segi. Perlu kamu ketahui bahwa kedua metode atau pendekatan penelitian tersebut tidak selamanya saling bertentangan satu sama lain. Ada juga beberapa hal juga memiliki kesamaan atau kemiripan.

1. Desain Penelitian

 Kualitatif bersifat umum, fleksibel, dan dinamis. Penelitian kualitatif sendiri dapat berkembang selama                 proses penelitian berlangsung.

Kuantitatif memiliki sifat yang khusus, terperinci, dan statis. Alur dari penelitian kuantatif sendiri sudah direncanakan sejak awal dan tidak dapat diubah lagi.

2. Analisis Data

 Kualitatif dapat dianalisis selama proses penelitian berlangsung.

 Kuantitatif dapat dianalisis pada tahap akhir sebelum laporan.

3. Istilah Subjek Penelitian

Kualitatif memiliki subjek penelitian yang biasa disebut dengan narasumber.

Kuantitatif memiliki subjek penelitian yang biasa disebut dengan responden.

4. Cara Memandang Fakta

Kualitatif: Penelitian kualitatif memandang "Fakta/Kebenaran" tergantung pada cara peneliti menginterpretasikan data. Hal ini dikarenakan ada hal-hal kompleks yang tidak bisa sekedar dijelaskan oleh angka, seperti perasaan manusia. Penelitian kuantitatif berangkat dari data yang kemudian dijelaskan oleh teori-teori yang dianggap relevan, untuk menghasilkan suatu teori yang menguatkan teori yang sudah ada.

Kuantitatif: Penelitian kuantitatif memandang "Fakta/Kebenaran" berada pada objek penelitian di luar sana. Peneliti harus netral dan tidak memihak. Apapun yang ditemukan di lapangan, itulah fakta. Penelitian kuantitatif berangkat dari teori menuju data.

5. Pengumpulan Data

Kualitatif: Penelitian kualitatif lebih berfokus pada sesuatu yang tidak bisa diukur oleh hitam putih kebenaran, sehingga pada penelitian kualitatif peneliti mengorek data sedalam-dalamnya atas hal-hal tertentu. Sehingga, kualitas penelitian kualitatif tidak terlalu ditentukan oleh banyaknya narasumber yang terlibat, tetapi seberapa dalam peneliti menggali informasi spesifik dari narasumber yang dipilih.

Kuantitatif: Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan serangkaian instrumen penelitian berupa tes/kuesioner. Data yang terkumpul kemudian dikonversikan menggunakan kategori/kriteria yang sudah ditetapkan sebelumnya. Kualitas penelitian kuantitatif ditentukan oleh banyaknya responden penelitian yang terlibat.

6. Representasi Data

Kualitatif: Hasil penelitian kualitatif berupa interpretasi peneliti akan sebuah fenomena, sehingga laporan penelitian akan lebih banyak mengandung deskripsi.

Kuantitatif: Hasil penelitian kuantitatif dipresentasikan dalam bentuk hasil penghitungan matematis. Hasil penghitungan dianggap sebagai fakta yang sudah terkonfirmasi. Keabsahan penelitian kuantitatif sangat ditentukan oleh validitas dan reliabilitas instrumen yang digunakan.

7. Implikasi Hasil Riset

Kualitatif: Hasil penelitan kualitatif memiliki implikasi yang terbatas pada situasi-situasi tertentu. Sehingga, hasil penelitian kualitatif tidak bisa digeneralisasi dalam setting berbeda.

Kuantitatif: Hasil penelitian kuantitatif berupa fakta/teori yang berlaku secara umum (generalized). Kapanpun dan di manapun, fakta itu berlaku.

8. Macam Metode

Kualitatif: Fenomenologi, etnografi, studi kasus, historis, grounded theory.

Kuantitatif: Eksperimen, survey, korelasi, regresi, analisis jalur, expost facto.

9. Tujuan Penelitian

Kualitatif: Memperoleh pemahaman mendalam, mengembangkan teori, mendeskripikan realitas dan kompleksitas sosial.

Kuantitatif: Menjelaskan hubungan antar variabel, menguji teori, melakukan generalisasi fenomena sosial yang diteliti.

10. Jenis Data

Kualitatif: Deskriptif dan eksploratif

Kuantitatif: Numerik dan statistik

Senin, 18 Januari 2021


Sekolahiqtishoduna.com- Lumajang, Biro Administrasi Akademik Dan Kemahasiswaaan (BAAK) Institut Agama Islam Syarifuddin mengadakan Pelatihan Pengelolaan Jurnal Dan Penulisan Artikel Nasional, di Gedung kampus Syarifuddin dan dipandu lansung oleh Nurhafid Ishari, S.Pd.I, M.A dan dan diikuti oleh mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam.

Pelatihan yang berlangsung 3 pertemuan berjalan dengan baik, pada pelatihan hari pertama diisi materi mengenai “Pengenalan Pengelolaan Jurnal” untuk menjadi acuan dasar mengelola jurnal’

Pelatihan dilanjutkan pada hari kedua, dengan memberikan materi “Kiat Penulisan Naskah/Manuskrip Publikasi Jurnal Ilmiah Nasional” yang disampaikan oleh Nurhafid Ishari, S.Pd.I, M.A.

Pada hari ketiga tidak kalah menariknya karena disana peserta langsung  mempratekkan pengelolaan dari “submit, proses review, copyediting, publish artikel iqtishoduna”.

Perbedaan Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif Perbedaan penelitian kualitatif dan kuantitatif dapat dilihat dari beberapa segi. Perlu kamu...